Ajaran PAULUS versus Ajaran YESUS

Ajaran PAULUS versus Ajaran YESUS

PAULUS
PAULUS

Dr.Elfiedi Sofyan ,

@akalsehatku.com

Pertanyaan dari akalsehatku.com  adalah : apakah anda termasuk “pengikut Yesus” , ataukah “pengikut Paulus” ? . Pertanyaan ini jadi menarik , karena sebagian besar saudaraku Umat Kristen belum sempat mendalami pertentangan besar antar Ajaran Yesus vs Ajaran Paulus.

Perlu diperhatikan berbagai  “PERNYATAAN”  Yesus ; ketika di mulainya perjalanan dakwah-nya yang diawali dengan pertemuannya dengan Yohanes di  Yordan untuk di babtis dengan nama Allah. Pada akhirnya , perjuangan dakwah untuk bangsa Israel untuk periode terakhir  ini berakhir di kayu salib.

Pada masa itu Yesus berjuang akan meluruskan dan menyempurnakan Hukum Taurat (Luk.3:5) , kepada murid-muridnya dia menegaskan tidak akan pernah menghapus Hukum Taurat hingga Langit dan Bumi dihancurkan. Yesus justru menganggap para Imam-imam dan Ahli-ahli Taurat terutama orang-orang Farisi & Saduki (mazhab-mazhab dalam agama Yahudi ketika itu) telah sesat, kebanyakan mereka telah menyimpang dari ajaran Taurat (Mat.5:17-21)

Tapi ajaran Paulus pasca “kematian” Yesus  justru sebaliknya  ingin meniadakan Hukum Taurat, untuk kemudian dapat digantikan dengan “iman” kepada Tuhan Yesus Kristus (Rom.7:6). Menurut Paulus , ke-imanan atau “percaya” kepada Tuhan Yesus sebagai Putra Tunggal Allah akan mendatangkan karunia “Roh Kudus” dari Tuhan Bapa kepada yang mengimaniNya.

Ajaran Paulus : Roh Kudus dalam diri seorang yang beriman kepada Tuhan Yesus telah cukup menjadi petunjuk kepada jalan Allah , yang haq dan yang batil sepenuhnya di tentukan oleh roh kudus , sehingga bagi yang telah mendapat roh kudus tidak perlu lagi memakai hukum taurat atau kitab nabi apapun.

Analisa Akal Sehat : Pemahaman semacam ini murni adalah hasil nalar-pemikiran Paulus sendiri, tapi dia punya dalih bahwa dirinya telah “dipenuhi” oleh Roh Kudus. Dengan bersusah payah dia berusaha keras agar doktrin-nya ini dapat  diterima dan di setujui oleh murid murid Yesus , sekalipun “mantan” murid-murid Yesus banyak yang tidak sepakat, bahkan menentangnya. Paulus tak pernah berputus asa , sekalipun dia di ancam , diburu dan bahkan dipenjara , dia terus memperjuangkan doktrin baru nya itu melalui serat-surat nya ke berbagai penjuru.

Ketika masa perjalanan hidup Yesus ,sebenarnya Yudas, Markus dan Paulus(Saulus) adalah tiga manusia yang tercatat sebagai orang yang bermasalah dalam ke-imanan mereka . Bagi Akal Sehat ; tentu catatan ini menjadi pertimbangan penting dalam menemukan “kebenaran”. Terhadap apa yang telah dilakukan oleh Paulus pasca peristiwa penyaliban,Yesus sendiri pernah mengingatkan kepada para muridnya : “ Waspadalah terhadap Nabi atau Rasul palsu (Mat.7:15-16)

Isa Al-Masih
Yesus Kristus

Yang menarik , dalam berbagai surat Paulus, terkesan dia tidak sepenuhnya konsisten dengan doktrin yang ia yakini ; tentang peran roh kudus dalam diri manusia. Seharusnya nasehat-nasehat untuk berbuat kasih dan kebaikan untuk menuju  jalan Allah sudah tidak diperlukan lagi ia sampaikan kepada pengikutnya, karena bukankah roh kudus sudah akan menjamin pengajaran itu. Bukankah Roh Kudus telah menjadi “hakim” dalam diri manusia , mampu menentukan yang “baik” dan yang “buruk”. Yang perlu dilakukan hanyalah iman kepada Tuhan Yesus sebagai  Putra Allah.

Selain itu , PAULUS juga tidak punya doktrin tentang “Konsep Trinitas”sebagaimana yang dianut oleh umat Katolik saat ini. Paulus terkesan mengajarkan bahwa YESUS adalah benar-benar Putra Tunggal dari Allah , merupakan dua pribadi yang berbeda. Keyakinan Paulus ini agak lebih memudahkan nalar kita dalam memahami “penebusan dosa” yang dilakukan Yesus.

Untuk menguatkan doktrin Paulus yang menempatkan roh kudus sebagai pengganti ajaran Taurat , dia menyimpulkan Taurat hanyalah soal urusan manusia dengan manusia lainnya (Gal.15:14) , dan ini jelas  bertentangan dengan apa yang disampaikan Yesus yang menegaskan bahwa Taurat tidak hanya mengatur antar manusia dengan manusia , tapi juga manusia dengan Allah sang Pencipta (Mat.32:36-40)

Beberapa Ayat dalam Al-Kitab yang membutuhkan Analisa Akal Sehat :

Yesus menyeru mengabdi hanya kepada satu Tuhan Allah saja dan tidak kepada dua Tuhan (Mat.6 :24)

Yesus mengaku kecil di hadapan Allah (Mat.11:25)

Yesus menjelaskan bahwa ia seorang Nabi (Mat.13:54-57)

Paulus : “setiap orang dapat menjadi Anak Allah” (Rom8.14-17)

 

—————————–

Berikan Komentar Anda