Benarkah Konsep-Trinitas ada dalam Alkitab ?

Dr.Elfiedi Sofyan ,

@akalsehatku.com ,

Trinitas dalam Doktrin Kristen adalah Tiga Pribadi Tuhan ; yakni Tuhan Allah, Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus , dan ketiganya adalah satu, Trinitas berarti kesatuan dari tiga wujud pribadi. Secara substansi&hakekat Allah tetap satu , yaitu tuhan  YME

Demikianlah Konsep Tuhan dalam iman-keKristenan yang hingga kini masih tetap bertahan dengan sangat teguh.

Apabila kita buka lembaran Dunia di zaman prasejarah , sejak masa kerajaan Babilonia, masyarakatnya sudah terbiasa menyembah berhala, tiga Tuhan dalam satu kesatuan. Kebiasaan ini juga banyak ditemukan di Mesir, Yunani dan Romawi, baik sebelum, selama maupun sesudah kehidupan Yesus.

Sebuah badan hukum resmi di Brooklyn , NewYork , AS yang di kenal dengan Watch Tower and Bible Tract Society of Pennsylvania, 1984) mengatakan :

“Setelah kematian murid-murid Yesus, kepercayaan penyembah simbol Tuhan tri-tunggal ini kemudian berpengaruh besar ke dalam konsep agama Kristen

Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan. Namun bukan tiga Tuhan melainkan satu Tuhan (Inilah pernyataan Explisit tentang Trinitas yang dikenal dengan Athanasian Creed).”

Tertulian (160-230) merupakan orang yang pertama menggunakan istilah Trinitas. Dia mendefinisikan Trinitas sebagai: “una substantia trepersonae” (satu zat dalam tiga oknum). Dia mengatakan :” Marilah kita menjaga misteri ikatan keilahian yang menjelaskan kesatuan dari yang tiga, Bapa, Anak dan Roh Kudus, tiga bukan dalam sari, tetapi dalam tingkatan, bukan dalam zat tetapi dalam bentuk”

Rumusan Trinitas baru dideklarasikan secara resmi pada tahun 381 Masehi, di dalam sebuah forum para uskup yg disebut Konsili Konstantinopel I, Forum ini berhasil menyepakati menambahkan satu oknum lagi dalam ketuhanan yaitu Roh Kudus. Sebelumnya dalam konsili Nicea tahun 325 M yang berlangsung di Nicea; hanya disepakati Konsep “Duanitas” , yaitu (Bapa dan Yesus) saja. Alhasil ; kedua forum yang anggotanya berasal dari para Uskup di berbagai Negara ini berhasil mengukuhkan Doktrin Baru yang dikenal dengan Trinitas

Kedua peristiwa ini menunjukkan telah terjadi suatu update “pemahaman” tentang konsep Tuhan di dalam iman Kekristenan

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa “Konsep Trinitas” diperoleh dari berbagai “pendapat” orang-orang tertentu, dan bukan dari Al-Kitab sebagai dasar iman umat Kristiani.

Baik ,,,Sambil membuka Al Kitab , Mari kita kupas satu persatu  :

1. Makna Textual dalam Al Kitab menunjukkan : Allah dan sosok Yesus adalah dua subjek yang berbeda

Beberapa ayat dalam Al-Kitab sangat jelas memberikan makna betapa sosok Allah dan sosok Yesus adalah dua subjek yang berbeda, baik pribadi atau hakekatnya.

Mat.3:16-17 : Menjelaskan dengan tegas bahwa Subjek-Allah & Subjek-Yesus adalah dua pribadi yang berbeda , dua hakekat yang berbeda pula

Mat-3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Mat-3:17 Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Mat-14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Matius – 9:8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut , lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Matius -15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Dari ke lima ayat di dalam Al Kitab ini , kita menemukan 6 kata predikat yang melibatkan interaksi antara Allah dan Yesus , kata itu adalah : melihat ,Kukasihi berkenan , berdoa , memberikan dan diutus

Dalam konteks ayat ini : Interaksi MELIHAT dengan yang DILIHAT , tidak dilakukan oleh subjek yang sama. Demikian juga “mengasihi” dengan yang “dikasihi” , “berkenan” dengan “diperkenan” , yang “berdoa” dengan yang “menerima doa” , atau yang, “diutus” dengan yang “mengutus” . Predikat ini harus berada di antara subjek yang berbeda , baik pribadi ataupun hakekat.
Ayat di atas sangat jelas memberikan gambaran betapa antara Allah dan Yesus merupakan subjek yang samasekali berbeda. Kalimat pada ayat di atas tidak akan punya makna apapun , bila kedua subjek yang berbeda itu dijadikan  subjek yang sama. Kalimat itu hanya bisa memberikan makna bila kedua subjek “Yesus & Allah” itu adalah dua pihak yang berbeda.

Dengan demikian pemahaman Yesus adalah juga Allah, atau Allah itu adalah Yesus ; adalah pemahaman yang bertentangan dengan kontex di Al-Kitab

2.Tentang “Penebusan Dosa oleh Yesus” :

>>hal ini juga ; menunjukkan Allah dan sosok Yesus adalah dua subjek yang berbeda , dua hakekat yang berbeda pula

Didalam doktrin Kristen; peristiwa Pengorbanan Yesus yang mati di tiang salip, merupakan bagian dari rencana Allah untuk pengampunan dosa Manusia.

Mari kita periksa apa yang dimaksud dengan “Penebusan” . Penebusan adalah suatu istilah untuk sebuah transaksi yang dilakukan minimal oleh 2(dua) orang , atau lebih. Dalam kehidupan kita sehari hari penebusan sering dilakukan terhadap barang yang tergadai ke pihak lain untuk dikembalikan ke pemilik semula , dan pemiliknya harus membayar tebusan se-harga yang telah disepakati.

Di Negara tertentu penebusan juga dapat dilakukan terhadap ter-pidana tertentu yang telah melakukan pelanggaran hukum;  yang menyebabkan dia harus di hukum penjara atau dihukum mati. Terpidana tersebut dapat dibebaskan dari segala hukumannya apabila ia atau keluarganya membayarkan tebusan sejumlah yang ditentukan kepada negara atau pihak tertentu.

Lalu bagaimana dengan transaksi “Penebusan Dosa” yang telah dilakukan Yesus ? ; harus dimaknai sebagai sebuah transaksi antara Allah dengan Yesus , dan Manusia sebagai pihak ke tiga . Mereka adalah 3 pihak yang berbeda ; Allah sebagai “pemilik ampunan” (pihak-I)  , Yesus sang “pemilik tubuh yang di salibkan” untuk harga tebusannya (pihak-II)  , dan manusia sebagai “pemilik dosa” (pihak-III)

Akal sehat tentu akan sulit mengatakan bahwa antara Allah dan Yesus  merupakan pihak(subjek) yang sama.  Secara Hakekat ketiga Pihak itu  juga pasti berbeda.

Kesimpulannya sangat jelas bahwa Subjek-Allah dan Subjek Yesus adalah merupan Substansi/Hakekat yang tidak sama, karena mustahil transaksi antara Pihak yang “menebus” dengan pihak “yang menerima tebusan” adalah pihak yang sama.

Kalau pemahaman  ini dipaksakan maka akibatnya  “tebusan” yang diberikan Yesus sebagai “penebus dosa manusia” ,dan  yang “menerima tebusan” itu adalah dirinya sendiri ;  tentu arti kata “tebusan” tersebut akan kehilangan makna . Dan transaksi tebusan seperti itu pasti tidak sah

Dengan demikian pemahaman Yesus adalah juga Allah, atau Allah itu adalah Yesus ; adalah pemahaman yang bertentangan dengan Akal Sehat. Akal sehat dapat memastikan bahwa  “konsep penebusan dosa” akan mustahil bisa sejalan dengan “konsep trinitas” . Konsep ini hanya akan masuk akal kalau digunakan salah satu saja , dan tidak keduanya sekaligus.

Sekalipun konsep trinitas  menjadi salah satu doktrin utama dalam kekristenan, tetapi ternyata konsep ini sangatlah sulit untuk dijelaskan oleh siapapun, termasuk umat Kristen sendiri, baik yg awam maupun para pendeta dan pasturnya yg terpelajar sekalipun.

Siapapun yg mencoba menjelaskannya pasti akan menemui kegagalan. Sudah banyak pakar Apologetik Gereja yg mencoba untuk menjelaskannya, bahkan dg menggunakan analogi-analogi terbaik agar memudahkan logika berpikir untuk menerimanya, tapi tidak ada satupun dari analogi-analogi itu yg berhasil menjalankan tugasnya dg baik.

Kenapa? Ya, karena konsep Trinitas ini memang adalah benar-benar suatu konsep yg tidak sejalan dg logika akal budi manusia. Ia mampu hidup selama lebih dari seribu tahun karena dalam kurun waktu tsb diajarkan sebagai suatu DOGMA , doktrin yg tidak boleh ditolak oleh siapapun umat Kristen, dan tidak boleh dipertanyakan, hanya wajib untuk di-imani saja.

Pada era Koncili Nicea I (325) , Arius salah seorang Uskup di Alexanderia di Mesir mencoba untuk membantah konsep ini , namun ia harus membayar dengan sangat mahal perjuangannya itu , ia disingkirkan dari Gereja dan hidupnya berakhir dengan nasip yang cukup tragis.

3.Ayat Trinitas dalam Alkitab/Bible:

Mungkin memang Trinitas bukanlah sesuatu ajaran yg logis menurut pikiran manusia, tapi tetap harus dipercayai karena terdapat ayat-ayat dalam Bible yg menyatakan hal itu, terutama di Perjanjian Baru. Demikian menurut umat Kristen.

Benarkah? Kita akan lihat.

Ada yg mengatakan bahwa pada kitab Kejadian di Alkitab Perjanjian Lama terdapat informasi yg dapat kita simpulkan sebagai bukti adanya Trinitas. Hal itu jelas ; terkesan dipaksakan. Tidak ada satupun ayat di dalam kitab Kejadian yg menyatakan dg jelas tentang adanya Trinitas. Bahkan kata “Trinitas” itu sendiri juga tidak pernah ada dalam keseluruhan Alkitab.

Kata-kata “Allah menciptakan”,”Roh Allah melayang-layang”,”Berfirmanlah Allah”  pada Kej-1:1-3 tidaklah dapat dipahami sebagai Tuhan Bapa, Roh kudus, dan Yesus (Firman). Apalagi menyatakan kalau mereka adalah satu Tuhan dan bukannya tiga Tuhan. Kalau anda membaca ayat-ayat nya dg lengkap, anda akan mengerti. Bunyi ayatnya demikian :

1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

1:2. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

1:3. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Ke tiga ayat di atas tidak menjelaskan apapun tentang konsep Trinitas. Malah dalam ayat lain di PL menegaskan dengan sangat jelas :

Ulangan: 6:4. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

Keluaran : 3:14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Begitu juga dalam Alkitab Perjanjian Baru, ada yg menggunakan ayat dalam Matius 28 : 19 untuk menyatakan konsep Trinitas dalam Bible. Bunyi ayatnya sebagai berikut :

28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Sebagaimana ayat-ayat sebelumnya ayat ini juga sama sekali tidak bisa menjelaskan tentang konsep trinitas. Membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus tidaklah berarti bahwa mereka (ketiganya) adalah satu substansi , satu hakekat. Membaptis dg tiga pribadi bukan berarti ketiganya adalah satu Hakekat yg sama. Kalau ada yg berkata : “undanglah mereka ke pesta kita atas nama Budiman, Toni, dan Lastri”, itu tidaklah berarti kalau Budiman, Toni, dan Lastri  itu adalah satu kesatuan yg sama. Tidak, itu tidak logis.

Tanpa menambahkan kata“Allah” di depan masing-masing menjadi : Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus, kita juga tidak bisa mengatakan bahwa ayat itu dimaksudkan sebagai unsur ketuhanan. Kalaupun ayat ini dimaksudkan untuk membaptis dg nama “Tuhan”, maka artinya di sana bukan ada satu Tuhan , tapi tiga Tuhan. Dan umat Kristen mengaku tidak percaya pada tiga Tuhan, tapi pada satu Tuhan yg berwujud tiga pribadiTuhan. Jadi jelas ayat ini juga tidak dapat dipakai untuk menyatakan adanya konsep Trinitas di Alkitab.

Masih beberapa ayat lagi yg sering dipakai untuk menyatakan adanya konsep Trinitas di Alkitab, tapi semuanya tidak dapat mencapai tujuan yg diinginkan dg jelas, semuanya hanya penjelasan yg dipaksakan yg tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan logis, yg semakin jelas menunjukkan bahwa sebenarnya konsep Trinitas memang tidak ada samasekali di dalam Alkitab.

Satu-satunya ayat di Alkitab yg paling dekat dg konsep Trinitas (dan memang hanya satu-satunya) yg selalu dijadikan rujukan utama dalam menyatakan bukti konsep Trinitas di Alkitab adalah : 1 Yohanes 5 : 7-8

“Ada tiga yg memberi kesaksian, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu”.Kalimat ini sangat jelas menyatakan bahwa ketiga pribadi yaitu : Bapa (Allah), Putra (Yesus), dan Roh Kudus, adalah satu pribadi yg sama, dan karenanya sangat dekat dg konsep Trinitas yg dipercayai dalam ajaran Kristen sehari-hari.

Bunyi lengkap ayat di Alkitab Perjanjian Baru ini adalah sebagai berikut :

1Yoh.5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

1Yoh.5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Tetapi ayat ini ternyata adalah salah satu ayat yg paling bermasalah dalam Alkitab. Kenapa? Tidakkah anda melihat adanya kejanggalan di sana? Apakah itu?

Di sana terdapat kata-kata yg diletakkan dalam tanda kurung! Kenapa demikian? Apa artinya tanda kurung itu, dan mengapa ada kalimat yg diletakkan di dalam tanda kurung itu?  Dalam kitab suci, kata-kata yg berada dalam tanda kurung dimaksudkan sebagai penjelasan dari penulis/penerjemah bila ingin membuat bunyi ayatnya menjadi jelas maksudnya. Hal ini terdapat dalam bagian-bagian lain di Alkitab, juga bahkan terdapat dalam terjemahan kitab suci Al-Qur’an untuk menjelaskan maksud ayat-ayatnya tanpa mengubah text dari ayat yg asli.

Dan itu artinya adalah : kalimat yg berada dalam tanda kurung itu adalah bukan bunyi ayat aslinya,bunyi ayat aslinya akan anda dapatkan kalau anda menghilangkan seluruh kata dalam tanda kurung itu. Jadi bunyi ayat aslinya adalah :

1Yoh.5:7-8 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian : Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Anda lihat! Bila semua kata dalam kurung dihilangkan, bunyi ayat menjadi sangat berbeda artinya. Bunyi ayat aslinya ternyata sama sekali tidak mencantumkan apa yg dianggap sebagai konsep Trinitas dalam Alkitab.

Jadi jelasnya, konsep Trinitas dalam ayat-ayat tsb adalah sesuatu yg ditambahkan, disisipkan ke dalam bunyi ayat yg aslinya.

Kesimpulannya , tidak satu pun ayat di dalam al-kitab yang mengajarkan tentang “konsep trinitas” . Tidak adanya ajaran Trinitas dalam kitab suci Kristen baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru .  Konsep Trinitas & Konsep Pengampunan Dosa Mustahil bisa berjalan secara bersamaan                                                                                                      

Demikian kupasan kita pada kali ini , Terimakasih

akalsehataku.com

Berikan Komentar Anda

About Author:

www.akalsehatku.com