MEMBEDAH ISI KEPALA SAEFUDDIN IBRAHIM

MEMBEDAH ISI KEPALA SAEFUDDIN IBRAHIM***

Dr.Elfiedi Sofyan***

Orang yang satu ini dalam beberapa tahun terakhir mendapat tempat yang istimewa di Gereja-gereja. Betapa tidak , di hadapan jamaat Katolik dan Pendeta-pendeta ternama ia selalu tampil memukau , sehingga nyaris di setiap ruangan tempat dia ceramah tidak sepi dari aplusan dan gemuruh tepuk tangan apresiasi. Baru-baru ini ia dihebohkan dengan berita “penghinaan kepada Muhammad & AlQuran” . Sebetulnya penghinaan kepada Al-Quran & Muhammad sudah berulang kali dilakukan Saifuddin Ibrahim ini , namun masih sebatas di forum terbatas dan masih dihadapan jemaat & pendeta saja.

Dalam pandangan mata para Pastor , Pendeta maupun Jemaat Kristen ; Saifuddin Ibrahim di anggap Penginjil-Baru yang berprestasi. Dalam hitungan tahun ia sudah berhasil “mengantongi” puluhan bahkan ratusan domba-domba untuk dibawa ke Gereja. Dari sisi jumlah SI sangat bersemangat memajang prestasinya yang spektakuler, tapi dari sisi “kwalitas-domba” ia tak mau bercerita lebih detail lagi.

Tapi dari sudut pandang umat Islam,  termasuk pandangan saya pribadi ; SI tak lebih dari seorang yang bodoh tapi cukup berhasil mengelabui orang-orang yang lebih bodoh dari dirinya. Apabila kita cermati berbagai substansi dan materi ceramah nya , kita bisa menyimpulkan ; Saifuddin Ibrahim adalah seorang sosok mantan Muslim yang hanya sedikit hafal akan Al-Quran , tapi sangat dangkal akan faham Tauhid dalam Islam. Parahnya lagi Saifuddin Ibrahim betul-betul miskin akan informasi sejarah , baik sejarah ke-Agamaan apalagi sejarah-sejarah kebangsaan di berbagai belahan dunia. Dia juga dapat digolongkan orang yang awam akan Ilmu Saint Modern , Ilmu dan Pengalamannya tentang Saint  Makro maupun Mikro nampaknya masih sangat dangkal.

Pernah dalam satu session ceramahnya ; dia melancarkan begitu banyak puji-pujian kepada Yesus sebagai Tuhan yang baru diakuinya. Dia menceritakan salah satu alasan dia pindah agama adalah karena “jaminan keselamatan pasti yang diberikan Yesus” . Tak ayal lagi , dia bersusah-payah  menempatkan Yesus sebagai Tuhan dan sekaligus Manusia yang paling mulia di alam semesta ini.  Saifuddin Ibrahim, dengan semangat mengatakan “tak pernah ada nabi yang berasal selain dari bangsa Israel ” .

Berikutnya dia mulai melancarkan Puji-Pujian kepada Umat Yahudi yang notabane adalah Bangsa Israel ; termasuk berbagai prestasi Orang Yahudi di bidang ilmu pengetahuan. Pujiannya kepada Bangsa Israel (Yahudi) bukan tanpa maksud; Yesus dan ke-12 muridnya adalah orang Israel yang juga Yahudi. Di sinilah SI terlihat sangat awam ; harus di-informasikan kepada dia bagaimana kedudukan Yesus dimata Bangsa Israel & Yahudi , baik saat Yesus disalib , pasca disalib hingga hari ini.

Seharusnya Saifuddin Ibrahim mengetahui : Bangsa Israel & Yahudi adalah satu-satunya bangsa & agama di permukaan bumi ini yang menempatkan Status- Yesus di tempat yang se-rendah rendahnya. Hal yang berbeda justru di informiaasikan oleh Muhammad & Islam ; bahwa Yesus adalah salah satu orang yang di-muliakan oleh Allah dan umat Islam, dia juga tak pernah dipercaya Islam pernah mati di tiang salib.  Sementara orang Yahudi terus “mempertahankan” kepercayaan mereka hingga hari ini bahwa Yesus telah mati di tiang salib , (sebenarnya mereka masih ragu). Dalam tradisi orang Yahudi ; manusia yang mati di tiang salib adalah manusia terkutuk , manusia yang dikutuk Allah dan dikutuk oleh bangsanya.  Di mata Yahudi , kematian yang dialami Yohanes-Pembaptis  dengan dipenggal kepalanya oleh Herodes, masih jauh lebih bermartabat dibanding kematian Yesus. Berharap kepada orang Israel agar Yesus dipercaya sebagai Tuhan ; jangankan sebagai Tuhan , sebagai Mesias atau Nabi pun Yahudi takkan pernah mengakuinya.

Pada saat Saifuddin Ibrahim  dengan berapi-api melancarkan pujiannya kepada bangsa Israel dan Yahudi , jemaat dan pendeta-pendeta lain hanya tersenyum disertai kerut kening , momen ini memang tak terdengar aplous dan tepuk tangan.

Yang menarik dari kebanyakan konteks isi ceramah SI adalah kampanye ke-piawaiannya dalam menangkap anak-anak domba yang “dungu” . Boleh jadi ia sedang menunjukkan kepada para pendeta dan jemaat tentang  “kelebihan” yang dimiliki oleh SI yang tidak dimiliki oleh Peng-Injil  lainnya. Pengetahuannya  tentang Islam, plus sedikit hafalan Al-Quran ditambah berbagai pengalamannya sebagai seorang Ustadz ; ditampilkan sebagai sebuah alasan keberhasilannya. Karena konteks tentang keberhasilannya “menangkap” begitu banyak domba-domba , dikampanyekan secara berulang kali  di hadapan para jemaat & otoritas gereja ; saya jadi bertanya apa maksudnya ?.  Apakah SI sedang melempar begitu banyak pancingnya dengan umpan-umpan terbaik ; namun ikan-ikan masih belum tertarik juga ? , atau mungkin Gereja sudah bisa lebih pintar dari sosok SI ini. Kenyataannya , nasib Pak Saifuddin ini agaknya memang  kurang beruntung , dibanding kolekanya  para peng-Injil lain yang sama-sama Murtadin-Muslim.

Beberapa alasan lain yang menyebabkan Saifuddin Ibrahim  jadi murtad adalah argument yang menggelikan alias sangat awam, jauh dari nilai akademis seperti yang diklaimnya. Saifuddin Ibrahim memaparkan bahwa alasan pertama meninggalkan Islam adalah kewajiban shalat yang sangat memberatkan. Argumen SI ini hampir mirip dengan argument Paulus ketika berkampanye kepada orang-orang agar meninggalkan hukum Taurat Musa, karena Taurat justru menjadikan orang terperangkap ke dalam dosa, hukum Taurat juga mengharuskan orang ber-sunat.  Paulus secara tidak langsung ingin mengatakan kenapa tidak pilih “pengampunan dosa yang gratis , dan praktis ?”. Pengorbanan Yesus di tiang salib jangan sampai sia-sia ; bukankah Yesus telah membayar lunas kepada Allah atas segala dosa-dosa umat manusia , bahkan mulai dari Adam ? . Sebenarnya Yesus tidak membayar tebusan dosa tersebut kepada pihak lain (Allah) , tetapi kepada dirinya sendiri karena dalam doktrin Kristen Yesus itu = Allah. Artinya orang yang membayar dengan yang dibayar adalah orang yang sama. Orang yang minta tebusan, Orang yang memberikan tebusan, Orang yang menerima tebusan dan Korban yang menjadi tebusan ; semuanya itu adalah orang yang sama, ??.  Anda mungkin akan jadi pusing , tapi Saifuddin Ibrahim agaknya nggak mau pusing soal ini.

Saifuddin Ibrahim mungkin belum sadar betul akan tipu-muslihat orang Israel(Yahudi) ; sekelompok orang Yahudi yang di-klaim sebagai murid-murid Yesus telah berhasil menciptakan sekte baru dalam agama Yahudi yang mereka namakan  sekte Nasrani (Yunani: Nazoraios).  Sekte baru ini sudah barang tentu tak akan pernah mendapat tempat dalam umat Yahudi maupun Bangsa Israel ; sehingga mereka meng-export nya ke luar Israel . Bangsa Romawi & Yunani adalah sasaran awal dari sekte baru ini, dan Paulus adalah pahlawan utama dalam penyebarannya  . Setelah menemukan titik klimaknya pada tahun 325M ; setelah Kekaisaran Romawi menetapkan Nasrani (Kristen) sebagai agama Negara , pada titik ini sekelompok orang Israel tadi telah sukses membangun sebuah “Kerajaan-Spritual” baru yang pada gilirannya menyesatkan milyaran manusia dipermukaan bumi ini. Sementara Bangsa Israel sendiri tak pernah bergeming dari ke-aslian mereka sebagai orang yang tetap sebagai Yahudi Tulen. Sebagai Yahudi mereka hanya geleng-geleng kepala kepada doktrin yang mereka ciptakan, dan melemparnya untuk bangsa lain , doktrin “transaksi pengampunan dosa” , cukup menggiurkan memang. Setidaknya mimpi indah ini telah membuat Saefuddin Ibrahim terbuai ; dia yang tadinya masih punya akal sehat tiba-tiba menjadi orang yang membutuhkan “doa” dari kita.***

Berikan Komentar Anda

About Author:

www.akalsehatku.com