PESAN TUHAN

PESAN TUHAN ***

By-Dr.Elfiedi Sofyan

***Pesan Tuhan sederhananya adalah kalimat(kata-kata) yang di sampaikan oleh Tuhan kepada seseorang manusia , baik secara langsung atau melalui malaikat Nya. Pesan Tuhan ini lebih kita kenal dengan sebutan “Firman Tuhan” . Tuhan menyampaikan pesanNya dengan menggunakan bahasa si-manusia yang menerima pesan . Kepada Nabi Nuh , Tuhan menyampaikan pesan menggunakan bahasa yang dipakai  Nuh sehari-hari. Demikian juga kepada Ibrahim , Musa  dan Isa.AS ; Allah menggunakan bahasa yang dipakai pada keseharian mereka. Pada jaman itu bahasa lisan merupakan alat utama dalam berkomunikasi , alat berinteraksi antara satu manusia dengan manusia lainnya.

Pesan Tuhan itu disampaikan untuk Manusia , berisi perintah dan larangan-larangan dari Tuhan dalam bahasa lisan yang jelas . Artinya manusia si-penerima pesan dan orang-orang disekitarnya tentu akan memahami dengan jelas maksud dan tujuan pesan itu. Makna dan pemahaman pesan itu akan sangat selaras dengan penggunaan bahasa lisan yang berlaku pada waktu itu, selaras juga dengan sumberdaya akal-fikir mereka.

Tuntutan umat pada masa itu terhadap kehadiran mukjizat-mukjizat untuk mendampingi firman Tuhan; menunjukkan kwalitas Sumberdaya akal-budi mereka. Pada waktu itu manusia memang belum mampu mengandalkan 100% sumber daya akal untuk sekedar bisa percaya dan memahami firman yang datang dari Tuhan. Mereka perlu dibantu dengan kehadiran “mukjizat”. Agak terasa aneh juga kalau pada zaman era-milenium ini ; orang modern masih menempatkan posisi mukjizat-mukjizat para Nabi , persis seperti orang jaman kuno dulu memaknainya.

Suatu bahasa yang dikenal sebagai sarana untuk berkomunikasi dalam bersosialisasi, selalu mengalami dinamika perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu, dari satu zaman ke zaman berikutnya. Sehingga harus disadari ; sebuah “makna dan pemahaman” dari sebuah kalimat pada waktu tertentu dapat mengalami perubahan pada masa berikutnya , dimana perkembangan bahasa dan perbendaharaan kata  dari bahasa tersebut sudah mengalami perkembangan yang signifikan.

Sebuah kalimat yang bersumber dari suatu zaman ber-tarikh 2000 tahun yang lalu misalnya ; belum tentu bisa diterjemahkan secara tekstual belaka , diterjemahkan dengan makna juga akan menimbulkan perdebatan. Sehingga banyak kita temukan “kalimat-kalimat” yang pernah ada pada jaman-jaman kuno diterjemahkan orang dalam keadaan multi-tafsir. Belum lagi problem bahasa-tulisan yang belum dikenal pada zaman kuno. Sehingga sebuah pesan , setelah berjalan secara estafet dalam time-line yang panjang,  baru dapat ditulis oleh orang yang terkadang tidak memenuhi syarat untuk penulisan sebuah “kalimat Allah”.

Barangkali inilah alasan Tuhan ; kenapa Tuhan tidak menurunkan “firmanNya” cukup sekali saja pada jaman nabi yang paling awal, cukup satu kali kepada Adam atau kepada Ibrahim saja. Kenyataannya Tuhan tidak melewatkan satu zaman-pun dalam mengirim pesanNya, sesuai bahasa yang tersedia pada zaman tersebut. Dalam setiap zaman Allah mengirim “pesan”Nya kepada satu tau lebih Nabi.

Manusia yang hidup pada jaman modern saat ini punya banyak problem dengan “kalimat-kalimat” kuno seperti yang kita sebut di atas. Pasalnya kalimat-kalimat itu berasal dari Tuhan, “kalimat-kalimat” tersebut akan sangat berpengaruh kepada sikap “keagamaan” mereka.  Bahkan begitu banyak kalimat yang di “label” dengan kalimat Tuhan dalam Kitab-kitab Kuno; kita jumpai sangat bertentangan dengan akal-budi manusia. Akal manusia pada hakekatnya sebuah intrumen anugerah Tuhan, yang tentu saja dimaksudkan agar bisa sinkron dengan kalimat-kalimatNya yang Agung, tidak malah saling bertentangan.

Alhamdulillah , Allah yang Maha Tahu menyadari problem ini akan terjadi pada satu masa di akhir zaman.  Sehingga bagi manusia di akhir zaman ini ; Allah telah mengirimkan “pesan-terakhir” Nya untuk seluruh Manusia  di muka bumi ini . Pesan yang dikemas dalam bahasa dan aksara yang unik , sehingga memudahkan terpeliharanya ke-orisinilan-nya. Mudah untuk dihafalkan dan mudah untuk di ingat ; namun mencakup secara akumulatif keseluruhan firman Tuhan yang pernah turun ke permukaan Bumi ini.

Sesungguhnya Kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu (lisan, bahasa orang Arab) supaya mereka mendapat pelajaran. (QS. 44:58)

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Allah mengulang-ulang kalimat tersebut sebanyak empat kali di dalam kitab-Nya yang mulia. Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah benar-benar menjadikan Al-Quran itu mudah untuk dipelajari.

Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (al-Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. (QS. 10:37)

Adalah sebuah kenicayaan , bahkan kewajiban untuk setiap manusia yang “berakal” ; menggunakan anugerah akal ini untuk menguji kebenaran setiap “kalimat” Tuhan di dalam semua kita suci yang ada, tak terkecuali kepada Kitab Suci yang sedang kita Imani.

Berikan Komentar Anda

About Author:

www.akalsehatku.com